my follower

Nasyid Instrumental

17 Jun 2011

Belajar Untuk 'susah'


Alhamdulillah, saya masih lagi mampu menulis di sini lagi meskipun menjalani kehidupan yang begitu padat dan 'susah'.

okay,apa kata kita let perkataan 'susah' tu kepada y.

let 'susah' = y

Sebab kalau segala y tu disebut selalu dan dihitung berapa banyak kali saya menyebut perkataan 'y'. Apa yang saya dapat? cuma y semata-semata, atau mungkin y2(y to the power of 2) atau y3(y to the power of 3). Semakin kita hitung segala ke'y' an tu semakin susah kehidupan kita, sebab itulah perkara yang kita tanam dalam minda kita. Saya tahu makin complicated kalau nak cari jawapannya.Ok,KIV dulu soalan tu.

Kalau saya asyik hitung segala ke'y'an tu, apa yang saya dapat simplifykan dalam kehidupan baru saya. SUSAH to the infinity. Mana-mana tempat ada dugaan dan risiko yang saya kena hadapi. Bergantung kepada kekuatan diri kita sendiri cara untuk hadapinya. Buat masa ini saya masih dalam proses belajar untuk susah. Belajar untuk hadapi masalah saya sendiri dengan matang.

BELAJAR UNTUK TAHAN PROVORKARSI(saya tak pasti ejaannya). Itulah perkara yang saya masih merangkak-rangkak untuk hadapinya. Kalau sebelum ini,saya diprovoke oleh cikgu-cikgu di sekolah,apa yang saya mampu buat?menangis,yup menangis pada ketika itu juga! Air mata tu terlalu mudah mengalir sendiri.

Tetapi di sini,walaupun baru dua minggu, saya telah diuji sebegini. Diuji dengan 'kelemahan' saya yang sendiri tak tahu cara yang bagaimana untuk hadapinya. bersabar atau menentang. Saya ada banyak perkara untuk dihujahkan, tapi apakan daya. Air mata telah mendahului hujah saya.

Saya bertanya diri sendiri,
"kenapa saya insan terpilih itu untuk diprovoke?"
Saya jawab sendiri,
"sebab itulah kelemahan saya sejak dari dulu lagi"

Saya pinta dari Dia untuk KUAT, tapi Dia tidaklah memberi seguni kekuatan kepada saya atau dalam erti lain perkara yang saya dapat lihat dengan mata kasar. Tapi dia beri saya dalam bentuk yang saya tak pernah bayangkan.

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya"
surah Al-Baqarah ayat 286
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi pula kamu menyukai sesutu,
padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"
Surah Al-Baqarah ayat 216


Teringat peristiwa itu, saya menggigil kerana terlalu marah dan geram. Perasaan yang sudah lama saya tak rasakan. Alhamdulillah, saya hubungi orang yang tepat dan dapatkan jawapan dan motivasi yang sangat membangkitkan kekuatan saya ketika itu. Umilah orangnya....




Dia pesan,pendek tapi sangat mendalam,

'Innama'aal yusri yusra'-
sesungguhnya bersama kesusahan itu kemudahan. Allah tak kata SELEPAS kesusahan itu kemudahan tapi Allah kata 'ma'a' = bersama-sama. Maksudnya bersama susah itu ada senang...insyallah,saya yakin hikmahnya.

Umi suruh saya ambil wudu' dan sedekahkan Al-Fatihah pada orang yang saya marah. Alhmdulillah,saya rasakan marah saya itu luntur dan menyerap pada rumput yang saya pijak ketika itu.Alhamdulillah.

#Secalit dugaan takkan membuatkan saya patah semangat, saya gembira disini. Saya hitung 'kegembiraan' saya sebanyak-banyaknya di sini...bersama sahabat-sahabat yang baik dan roomate yang begitu memahami saya. Alhamdulillah.Umi dan ayah juga, kini baru saya rasakan yang duit tu mengalir seperti air.

Terima Kasih Allah,terima kasih atas segalanya.Terima kasih atas nikmat SUSAH yang engkau berikan padaku....

Tiada ulasan: